Ratusan Ponton Rajuk Tower Berpesta Pora dibalik Kehancuran Hutan Bakau di Perairan Laut Penagan, Dimana APH?
![]() |
| Foto : Lokasi tambang rajuk tower di perairan laut penagan, rusak parah |
TARGET KRIMINAL - Mendo Barat, Bangka -- Ratusan unit ponton tambang timah jenis rajuk tower melakukan penjarahan pasir bijih timah di perairan laut Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Jumat (22/9/2023)
Penjarahan terhadap hasil bumi berupa mineral pasir bijih timah itu, diikuti dengan perambahan yang mengakibatkan kehancuran terhadap Hutan Bakau yang seharusnya dijaga dan dilestarikan.
Hingga satu bulan terakhir aktivitas di perairan laut Penagan itu belum terlihat adanya upaya penertiban, baik dari aparat Desa Penagan maupun aparat penegak hukum (APH).
Meski tidak mengantongi surat ijin alias ilegal, Aktivitas Ratusan ponton TI Rajuk dikawasan itu terus saja beroperasi tanpa ada rasa takut.
Bahkan, dalam pantauan jejaring media ini terlihat sejumlah pekerja yang sedang melakukan pengerjaan peraki tan ponton TI yang baru ditepian pantai laut Desa Penagan
.
Mereka berpacu dengan waktu demi untuk mengais rezeki, namun sayangnya dibalik kegiatan tambang tersebut mereka para pelaku tambang tidak menyadari akan kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh mereka sendiri.
Beberapa warga sekitar yang berada di lokasi tambang menyebutkan bahwa, selain masyarakat Desa Penagan, ada juga masyarakat luar yang menambang di perairan Laut Penagan tersebut.
"Biasanya mereka yang dari luar menggunakan atau pakai nama warga di sini Bang," ujar Mo, (dikutip dari tim Jobber 2023-9-18).
Mo, juga mengakui bahwa jumlah ponton yang sudah bekerja di perairan Laut Penagan tersebut sudan mencapai ratusan ponton.
"Untuk ponton di sini dibatasi 200 ponton Pak. Kalau bapak mau masuk ke sini segeralah Pak. Harus cepat, nanti hubungi Pian. Amanlah Pak. Siapa tahu Bapak mau ber TI di sini," jelasnya
Dalam keterangnya Mo menyebutkan bahwa para pemilik ponton TI menjual hasil tambang yang berupa pasir timah kepada beberapa cukong,yang salah satu cukong itu bernama Parman.
"Selain Parman, masih ada yang lain Pak. Jadi kalo bapak ada hasilnya, bisa jual kepada Pak Parman, atau cukong lainnya," sebutnya
Masih dilokasi yang sama, salah satu pekerja yang berhasil ditemui oleh jejaring media mengatakan bahwa sebagian dari mereka ada yang bekerja pada malam hari, itupun tergantung kondisi pasang surut air laut.
"Kami kerja malam di sini. Kalau siang air surut, biasalah di sini sistimnya koordinasi, karena memang tidak ada izin apapun di sini. Kita cukup koordinasi dengan oknum APH, kerjaan kita bisa lancar sampai hari ini," jelasnya
Sekretaris Desa Penagan Subiantoro yang dikonfirmasi pada Senin (18/9/2023) malam, pada awalnya mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan ratusan unit ponton yang menambang di lokasi periaran Laut Penagan.
Namun pada akhirnya mengaku bahwa dirinya mengetahui adanya aktivitas tambang illegal ratusan unit ponton rajuk tower tersebut.
"Kalo izin, kami tidak pernah mengeluarkan izin apapun Pak. Dan pihak desa juga tidak ada kaitannya dengan aktivitas tambang di sana. Mereka masing-masinglah Pak yang kerja di sana," terang Subiantoro.
Saat disinggung adanya dugaan penerimaan setoran penambang ke desa? Subiantoro menyatakan tidak ada setoran apapun dari penambang kepada Desa Penagan.
"Tanggungjawab menambang di sana, adalah tanggung jawab masing-masing pemilik ponton dan pekerja Pak. Kami tidak ikutan," tegas Subi.
Secara terpisah Kapolsek Mendobarat Iptu Defriansyah menyebutkan bahwa pihaknya sudah sering melakukan imbauan dan peringatan terkait aktivitas tambang illegal di perairan Laut Desa Penagan.
"Kita sudah sering memberikan himbauan dan peringatan untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir timah di lokasi tersebut," kata Defri.
Masih sambung Defri, bahkan pihaknya telah memasang spanduk iimbauan, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas menambang di sana.
"Kita juga sudah berkoordinasi dengan Polairud dan Polres Bangka, maupun Direktorat Pol Airud Polda Babel," pungkasnya.
Parman yang disebut sebut warga sekitar sebagai penampung dan pembeli pasir timah dikawasan itu, masih belum bisa dihubungi, namun demikian jejaring media akan terus melakukan upaya konfirmasi baik ke pada Parman maupun kepada pihak Polres dan Dirkrimsus Polda Babel.*red
(Dilansir dari JB/tras)


Belum ada Komentar untuk "Ratusan Ponton Rajuk Tower Berpesta Pora dibalik Kehancuran Hutan Bakau di Perairan Laut Penagan, Dimana APH?"
Posting Komentar